The Notorious AHeng
Rumah Makan Chinese yang telah bertahan selama 3 generasi dengan menawarkan konsistensi dan kelezatan masakan Chinese tradisional dengan harga yang telah banyak menuai kritik pedas di kalangan “chowhound” di kota Medan; merupakan deskripsi paling tepat untuk menggambarkan Rumah Makan A Heng. Rumah Makan yang sempat bertengger di jalan Gandhi simpang Sun Yat Sen ini merupakan rumah makan langganan bagi para kaum berada (red: berduit) untuk menikmati hidangan masakan Chinese dengan cita rasa tersendiri, sebelum mereka pindah ke Jalan Jenggala No. 15 (belakang Sun Plaza). Lokasi dengan perparkiran yang terbatas ini sering diisi oleh pelanggannya terutama di akhir pekan walaupun harga yang dipatoknya sangatlah tinggi bila dibandingkan dengan rumah makan sejenisnya. Rumah makan ini yang sekarang di-manage oleh genereasi ke II (Aheng) dengan anaknya sebagai koki di dapur dengan warisan resep masakan Chinese tadisional seperti: Cap Chai, Ikan Asam Manis, Udang Goreng Tepung, Ginjal Jahe, Bistik Babi, Ayam Goreng, Fuyung Hai, dsb berhasil memperoleh pelanggan tetap yang telah setia selama bertahun-tahun kembali menikmati masakannya, dan ayah saya merupakan fanatik besar masakannya sehingga saya pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mereview sekaligus mengadakan family dinner.
READ MORE
Semaraknya suasana malam Jln. Semarang
Tidak ada suasana kuliner sama sekali di sepanjang jalan Semarang di siang hari yang terik. Suasana hiruk pikuk toko yang berjualan spare part dan aksesoris mobil ini kemudian mulai perlahan reda ketika sore tiba, diiringi oleh beberapa gerai yang mulai dipasang, meja yang direntangkan panjang, sepanjang ruas jalan Semarang, dan malamnya cling! Bagaikan disulap… menjadi sebuah distrik kuliner yang sudah melegenda di kota Medan.
READ MORE
Kopitiam Ong
Rumah tua dengan arsitektur campuran minimalis dan klasik ini selalu mengundang perhatian pelewat jalan Dr. Mansyur. Kami pun kagum oleh interior yang ditawarkan kedai ini. Beberapa foto kuno dan benda tradisional terpampang di dinding, begitu pula dengan meja dan bangkunya yang terbuat dari kayu dan berdaun meja marmer, sebuah karakter kopitiam klasik. Kami lalu ditawarkan menu, bedanya kedai ini menawarkan ragam menu, semuanya ditulis ala tempo doeloe, lucu juga…
READ MORE
Mie kangkung belacan Hokky
Uhuk uhuk… Begitulah reaksi tiap pengunjung yang datang kesini sembari disambut senyum pemilik yang ramah. Rumah kecil yang dijadikan rumah makan ini terletak di jln. Cilincing, Glugur kerap ramai dikunjungi terutama di malam hari. Tidak hanya berjualan mie kangkung belacan, Hokky juga menjual kwetiaw/bihun polos (pek cha), nasi goreng polos/belacan, namun rata2 pengunjung disini memesan menu andalannya yang berhubungan dengan belacan. kwetiaw dan bihun goreng polos juga tak kalah wangi dan enak, walau agak berminyak.
READ MORE
Jade restaurant, JW Marriott
Begitu mendengar adanya promo Rp 88.000 untuk all you can eat dimsum buffet di Jade Restaurant, kami pun segera mengatur waktu untuk family lunch disana. Begitu tiba, suasana resto masih terlihat sepi dan kami segera memilih duduk di pojok untuk meja berlima. Untuk menghemat waktu kami pun langsung meminta menu all you can eat dan kami hanya diberikan menu berupa selembar kertas. Awalnya kami berpikir bahwa pilihan yang ditawarkan tidaklah begitu banyak maka kami pun memesan masing-masing menu 1 porsi, tapi ternyata makanan yang dikeluarkan benar-benar diluar perkiraan. Sistem disini makanan baru akan dimasak setelah kita order jadi semuanya terasa fresh. Menu pertama yang dihidangkan adalah Chee Cong Fan, teksturnya begitu lembut dan pas di lidah. Menu selanjutnya adalah beragam dimsum kukus dan goreng yang disajikan dengan tampilan dan rasa bintang lima. Tidak berhenti disana, selanjutnya masih ada kwetiau siram sapi, nasi goreng, ikan goreng dan beragam sayur lainnya. Terakhir kami disajikan pudding sebagai hidangan penutup. Benar-benar all you can eat till you drop… Worth it!!
Kontribusi Sri Wiyanti
Ationg Penang HorFan, Asia Megamas
Atas rekomendasi Wiriannie Chandra, kami pun mencoba menelusuri daerah Asia Mega Mas yang kerap semakin ramai dan layak dijuluki ‘China Town’ nya kota Medan. Sempat terjadi miskomunikasi karena awalnya kami diberitahu keberadaan gerai ini tepat di depan ET45, ternyata toko ini sudah diganti menjadi toko menjual boneka. Intinya, belok kiri dari bridal France Taipei dan gerai Penang Horfan ini tepat berada di simpang, tidak sulit koq menemukannnya.
READ MORE
Recent Comments
- Dennis on Unidentified Flying Chicken (UFC)
- Christine on Unidentified Flying Chicken (UFC)
- cardo on Pondok Mingin, Tanjung Morawa
- Henry on Unidentified Flying Chicken (UFC)
- Peter on Unidentified Flying Chicken (UFC)
- Leo on Bandrek Sahib, Jalan S.M.Raja
- yulanda kapoor on Bandrek Sahib, Jalan S.M.Raja
- yehaa on Kwetiaw Beras Yiu Huat











