Browsing articles from "June, 2010"
Jun 30, 2010

BPK (Babi Panggang Karo) Serasi Rasa, Brastagi

Owner: Patuh Perangin Angin 081361645924

Jln: Letjend Jamin Ginting 196 – Brastagi
Telp: 0628-92121

Takut gendut? But at the same time ngidem makan daging babi? Sekali2 makan pork itu sehat, terutama makan fats nya yg biasanya org Tionghoa sebut “sam cam bak”.

Sering denger orang2 selalu bilang “babi gendut, makan kebanyakan daging ‘sam cam’ bisa2 cholesterol naik” TUNGGU dulu! Ada orang jg blg makan daging “sam cam” itu kulit bisa bertambah mulus. Ermmm percaya atau tidak, pendapat tiap org kan berbeda. Jangan mikir kebanyakan deh. Yg penting ENAK di makan aja, kesehatan urusan belakangan deh!

Ini lah tempat yang kita kunjungi pada hari Minggu kemaren. Dengan satu piring nasi putih, sambal hijau, daun ubi tumbuk, dan babi panggang nya.. ermmm bisa di bayangin ga? Rasanya udah sangat LEzZZAAaaaTTTT kan? Apalagi kalau di makan… dua kata – Mouth Watering. Bagi yg berani mencoba makan babi panggang nya dengan darah babi, (bukan 100% darah babi, yg pasti masak dengan herbal) silakan di coba. Rasanya lebih MANTEP!

Selain mesen porsi babi panggang nya, ada menu special nya yaitu ─ Kidu-Kidu. Nama yang terdengar sedikit aneh, porsinya keliatan aneh jg kan? Brani mencoba nya? Jangan takut untuk mencobanya. Kalau emang ga bisa dimakan, ya enggak mungkin Bapak Patuh mau menjadikannya menu donk?

“That’s gross..” Itu lha kata2 yg di ungkapkan kalau meliat Kidu-Kidu. Ya emang saya akui, tidak semua orang berani makan. Tapi kalo enggak di coba, enggak akan tahu donk rasanya bagaimana? Asam? Manis? Lembut di mulut? Anggap aja bahwa kalian sedang participate di Fear Factor Indonesia.

Bagi orang Medan ataupun visitors dari kota lain, negeri lain yg berkunjung ke Berastagi, stop by and check this place out. It’s kinda challenging but I’m sure that you will enjoy this place.

Inget.. Sekali2 makan daging “sam cam” itu sehat lho…

J

This article is contributed by Sherly Ho. Thank You Sher!

Jun 28, 2010

The Kitchen, Aryaduta Hotel Medan

Mengusung konsep ‘open kitchen’, anda benar-benar bisa menyaksikan para chef mempersiapkan pesanan anda. Daging yang sedang di grill, sayuran yang di sautee atau chinese food yang menunggu di garnish adalah pemandangan yang cukup mengesankan apabila mampir kemari untuk lunch or dinner. Restoran di hotel berbintang lima ini juga tentunya seperti kebanyakan hotel berbintang lima lainnya, menawarkan pelayanan yang sangat baik terhadap para tamu. Kalau anda adalah peminat western food atau sedang mencari-cari lokasi baru untuk menikmati steak dengan daging premium, review ini akan menjadi penentu pilihan anda.

Mampir kemari beberapa waktu yang lalu, kebetulan sedang ada promosi diskon dari salah satu bank (yang tentu saja membuat pengunjung malam itu cukup ramai). Untungnya kami sudah reservasi tempat sebelumnya dan dipersilahkan duduk di private room yang memiliki jendela dengan pemandangan kota Medan dari ketinggian hotel.  I would say the service is very good. Well, kebanyakan hotel berbintang lima memang memiliki servis yang baik, namun ini adalah food blog bukan hotel blog. Jadi apabila membandingkan dengan restoran-restoran lain di kota Medan, the service is really good and professional.

Setelah selesai meng-order beberapa pesanan kami, pelayan menginformasikan bahwa pesanan steak akan mengambil masa yang cukup lama karena banyaknya pengunjung malam itu. Well OK, we’ll spend our time wisely here. But the good news is, ada complimentary beberapa jenis roti sebagai pengisi perut sebelum pesanan kami keluar. Oh ya, selain western food disini juga menawarkan Indonesian, Chinese dan Japanese food.

45 menit berlalu dan pesanan mulai keluar satu per satu. Yang pertama hadir di meja adalah Beef Teppanyaki (165 K), diikuti dengan Grilled Oxtail (85 K), Grilled Fillet Salmon (330 K), dan Australian Harvey Signature Beef Fillet or simply Australian Tenderloin (250 K). Let’s go taste it one by one.

Pemilihan daging yang baik ternyata memang membuat suatu masakan menjadi luar biasa. Dagingnya sendiri sudah memiliki tekstur dan rasa yang lezat tanpa harus mencicipi side dishes-nya, walaupun pesanan ini terasa sedikit keasinan untuk lidah kami. Beef Fillet di potong-potong berbentuk kubus kecil ditemani dengan tauge dan wortel yang di sautee dengan bawang putih. Spesial? Tidak terlalu. Bayangkan Teppanyaki yang banyak kita temui di food court di mall-mall, dan ganti dagingnya dengan imported beef fillet. That’s how the Beef Teppanyaki here at The Kitchen tastes like. Terkecuali taste Beef Fillet-nya, hidangan ini biasa saja untuk harga yang ditawarkan.

Walau tidak terlalu puas dengan Beef Teppanyaki-nya, kami sangat suka dengan Salmon Fillet. Daging salmon yang lembut di grilled dengan sempurna dengan tingkat kematangan yang pas, tidak terlalu kering dan tidak berbau amis. Kulit salmon pun tidak terlalu ‘hitam’ dengan tingkat crispyness yang pas. Saus yang creamy dan lezat menjadi nilai plus untuk yang satu ini. Oh ya, potongan salmon ini cukup besar, so girls you’ve been warned :) Kepuasan ini juga diikuti dengan Grilled Oxtail yang berporsi jumbo. Namun walaupun berporsi jumbo, ada restoran di luar sana yang menawarkan rasa yang lebih baik daripada yang ini, dan tentu dengan harga yang sedikit lebih murah. Kami tidak bilang Oxtail ini tidak enak, namun biasa saja, in our opinion.

Last but not least, AU Harvey Signature Fillet. Now this one here is champion. Kelembutan daging, tingkat kematangan yang pas, presentasi yang baik dan sauce yang lezat, we couldn’t ask for more. Dilihat sekilas, tidak banyak bumbu menemani daging has dalam ini, karena dagingnya sendiri adalah daging dengan grade baik yang artinya hanya dengan sedikit rosemary, garam dan black pepper – it already taste like heaven.

Kesimpulan yang bijaksana adalah, untuk rasa, pesan steak-nya dan anda tidak akan dikecewakan. Untuk ambience, you will impress your guest or girlfriend :) (OK, or your family).

Jun 28, 2010

Jittlada, Cambridge Mal Medan

Pas kebetulan lagi pengen makan Thai food, akhirnya berangkat deh ke Cambridge Mal sekalian buat nonton piala dunia. Malam minggu itu kelihatan ramai pengunjung, dari family dinner sampai birthday dinner, lalu kami dipersilahkan duduk di salah satu sudut utk sedikit menghindari keramaian.

Service was good, kami sempat direkomendasikan beberapa menu andalan dari resto ini, diantaranya Neah Yang (grilled beef), Pla Sam Rot (Fried fish), Yot Mara (sauteed vegetables). And for the drink, definitely Thai Iced tea and ice green tea with milk. Selain itu juga kami memesan Tom Yam Kung, pastinya di resto thai menu ini should never be forgotten.

The taste was nice, although not the best. Sup Tom Yamnya masi kurang dibanding resto Thai lainnya. The price was reasonably high, mendekati 300rb utk 3 orang makan. Maklum wajar-lah untuk resto yang lokasinya berada di dalam mal.