Browsing articles from "April, 2010"
Apr 23, 2010

Bundaran Cemara Asri

Kompleks Cemara Asri yang sudah terkenal dengan keramaian malam dan restoran Seafood yang bertaburan, kini semakin diramaikan dengan banyaknya penjual jajanan khas di sore hari. Sempat mampir kemari hari Minggu yang lalu, tempat ini luar biasa padat dengan pengunjung yang antusias mencicipi jajanan favorit mereka. Sebut saja kue-kue basah, pecel, sate, bakso, es buah, Tok Tok, burger sampai jagung bakar. Satu hal yang unik, penjual Tok Tok disini cukup banyak. Ada 3-4 becak penjual yang saya perhatikan sibuk memanggil calon pembeli. Padahal sekarang sudah cukup susah mencari jajanan khas yang satu ini, walaupun saya sendiri bukan fans berat Tok Tok setelah tahu kadar kolesterol yang terkandung didalamnya :)

Setelah memesan makanan dan refreshment yang diinginkan, pengunjung bisa menikmati pemandangan asri sambil berteduh dibawah pohon yang rindang. Kebetulan lokasi ini bersebelahan dengan danau buatan yang lumayan menyejukkan mata. Selain itu danau ini dipenuhi dengan burung bangau, jadi buat kamu yang hobi motret boleh juga coba hunting foto disini.

Satu hal yang kami sayangkan adalah kebersihannya. Sampah kemasan dan makanan bertebaran dimana-mana menjadi nilai minus lokasi ini. Padahal dengan sedikit pembenahan seperti menyediakan tong sampah yang cukup besar dan banyak, tempat ini bisa lebih layak untuk dikunjungi. Selain itu tidak tersedia tempat duduk, jadi kamu harus makan sambil berdiri atau makan di mobilmu. Jadi apabila kamu ingin mencari pusat jajanan sore, nga salah kalau mampir kemari. (Please jangan buang sampahnya sembarangan).

Apr 17, 2010

Mie Ayam Akong

Atas rekomendasi Decci (Wow udah lama juga yah :P ) kami pun berangkat ke Jln. Gwangju, simpang jln. Perniagaan. It’s not that hard to spot this place, tepat berada di simpang. Malam itu agak sepi karena memang resto ini hanya menjual mie, namun setelah beberapa saat duduk, pengunjung laen pun mulai memenuhi meja lainnya.

So we begin to order, 12k for regular, 17k large, 25k Jumbo. Lumayan menggigit juga harganya. Karena malam itu kita2 ga laper banget, maka mesan yang large aja. Utk minumnya kami semua pesan jus jeruk hand squeeze (10k).

Beberapa saat kemudian mie pun dihidangkan.

Hand made noodle, dengan lauk pada umumnya seperti irisan daging ayam, fishball, dan Ca kue? Yeap, kinda weird but unique. Soal rasa memang Decci ga salah, it’s delicious!

Apr 10, 2010

Siok Noodle house

Berdasarkan rekomendasi dari Sdr. Wearen, kami pun mencoba menulusuri Siok noodle house yang lokasi terletak di belakang YangLim plaza di jalan Emas. Bangunan 1 ruko itu penuh dipadati pengunjung yang kebanyakan membawa keluarganya untuk menyantap hidangan yang kebanyakan terbuat dari mie.

Kami pun sempat kewalahan mencari tempat duduk karena saking sibuknya karyawan serta pemilik rumah makan sehingga kami sedikit dicuekin. Kami sempat naik ke lantai dua namun pada jam makan malam tersebut, mejanya full. Saat kami turun barulah kami diberitahu ada meja kosong di belakang ruko, yang keliatan seperti rumah dari pemilik resto yang dijadikan tempat makan juga.

Okay, so we sit and wait. Banyak Pelayan yang lalu lalang tetapi tidak ada yang datang menawarkan menu. Kami pun harus memanggil sendiri salah satu pelayannya, kemudian setelah beberapa saat melihat menu, kami pun mulai memesan. Karena kita berjumlah 4 orang saat itu, kami pun memesan tiap2 menu yang berbeda. Dari Fish head noodle, Gu bak Nam (Beef noodle), dan wan tan mee. Sebagai dessert kami juga memesan cendol.

Waiting time is unreasonably long, karena meja sebelah kami yang lebih akhir datang duluan menyantap, dan lebih parahnya lagi setelah menunggu sekian lama, kami diberitahu bahwa fish head noodle sudah habis! Untuk mengobati kekecawaan, cendolnya dihidangkan padahal lebih asik kalo sebagai hidangan penutup.

Setelah kurang lebih 1/2 jam, Beef noodle pun dihidangkan. Porsinya lumayan besar dan dagingnya banyak, rasanya mantap apalagi supnya, walaupun kami merasa kwetiawnya sedikit bau beras.

WanTanMee pun menyusul. Tidak seperti gerai lainnya, wantanmee disini dilengkapi dengan daging cincang, beberapa potong charsiew dan 2 wantan, and it taste good.

Overall the management could be improved. Jumlah pengunjung yang ramai menandakan kualitas makanan yang mantap, dan seharusnya dibarengi dengan servis yang mantap pula. Kami harap servisnya bisa ditingkatkan lagi di masa mendatang, because we have yet to try the fish head noodle.