Browsing articles from "November, 2009"
Nov 6, 2009

Emperor’s Eyes

Leng-Hong-Kien

Alamat: Kompleks Multatuli Blok CC No.1234 (Masuk dari sebelah Restoran Sawasdee)
Jam Buka: 07.00 – 24.00

Setelah opening selama sebulan, akhirnya restoran ini memutuskan untuk melakukan Grand Opening tepat tanggal 5 November 2009. Nah liat dari iklan korannya, hey let’s give it a try. Jadi ngak pake lama, kita langsung meluncur ke kompleks Multatuli (deretan ruko yang paling baru, didepan hotel Medanville) saat jam makan siang kantor. Outlook depannya bolehlah untuk restoran bergaya Chinese moderen, terkesan bersih, simpel dan praktis. Pelayanannya juga ramah walau beberapa pelayan sepertinya tidak begitu tau apa yang mereka jual di menu. Selain itu ada pelayan yang khusus berkeliling untuk menawarkan dim sum, yang kadang terkesan ‘maksa’ – kurang nyaman gitu lo (ayo manajemen, perbaiki ini).

Nah tapi diluar itu semua, makanan yang kami sempat cobain dalam kunjungan pertama ini banyak yang memberi impresi baik, terumata dim sum dan dessert-nya. Leng Hong Kien disini bentuknya bulet-bulet layaknya bakso, berbeda dengan Leng Hong Kien umumnya yang bentuknya lonjong. Tekstur dagingnya juga lebih padat sekaligus empuk saat digigit, pokoknya asih deh (sayang cuma pesen sepiring). Ada juga Lumpia Khai Cak (lumpia kulit tahu yang digoreng kering) yang bikin kita saling pandang dan bilang ‘wah, enak nih…’. Harganya masing-masing 13K dan 14K.

Bebek-panggang-nasi-hainam

Menuju main course, kita harapin rasa yang ‘nendang’ setelah nyobain dim sum untuk starter-nya. Well, karena saat itu rada buru-buru dan anggota kurang banyak, kita nga bisa pesen masakan ala carte, so we order single dish instead. Ada Bebek Panggang dengan Nasi Hainam (18K), Nasi Steak Babi Vietnam dan BBQ Kombinasi Nasi Hainam (19K). Orderan ini datang dilengkapi dengan semangkuk kecil kuah dengan 2 bakso ikan didalamnya. Porsinya pas, walau tidak besar. Kalau dibandingin dengan nasi bebek ato chasio ala Hongkong yang bener-bener dari Hongkong sono, hasil olahan daging disini masih kalah jauh tentunya. Tapi kami nga terlalu kecewa juga, barangkali masakan sayur, ikan atau udang yang direkomendasi oleh pelayan lebih mantap lagi rasanya (akan kami cobain di kunjungan berikutnya).

IMG_1524

Head for the dessert, we order a bowl of Qing Bou liong (nah, we don’t know how to pronounce it either) :) Santapan ini mirip Air Mata Kucing (bagi yang pernah ke Kuala Lumpur) dengan rasa manis dan diisi berbagai macam kacang-kacangan, buah dan manisan khas negri tirai bambu. Porsinya cukup untuk dinikmati 2-3 orang, dengan harga 15K/mangkuk. So far, that’s all what we can report from our first visit there. Bagi temen-temen yang mau cobain, kami anjurkan cobain dim sum-nya dan dessert yang cukup bervariatif. Jam buka restoran ini dari pukul 7 pagi sampai jam 12 malam (hasil nanya mbak pelayan). Happy hunting!

Nov 3, 2009

Ya Kun Kaya Toast

Ya-Kun

Classic bok! Tapi pastinya keren dan selalu menjadi favorit tempat nongkrong karena kopitiam (kedai kopi) identik dengan minuman dan snack ringan yang ‘merakyat’ (walau nga dijamin murah). Ya Kun Kaya Toast sendiri adalah kopitiam cabang negeri tetangga Singapura yang sudah beroperasi di Sun Plaza Medan sejak beberapa tahun lalu. Walau masih baru di Medan, namun kedai pertama mereka sudah mulai di Singapura pada tahun 1944.

OK enough history lesson, let’s talk ambience. Still a kopitiam, but slightly a modern way. Interior-nya tentu nga sebagus Starbucks atau Excelso yang sama-sama menjual kopi, tapi ternyata cukup nyaman duduk disini. Masih ada kesan klasik walau tempatnya agak sempit dan bisa sangat padat during weekend. Makanan dan minuman yah standar kopitiam lah, ada Kopi O, Kopi Tarik, Teh, de el el… Nah makanan yang favorit disini tentu sesuai judulnya, Kaya Toast. Bagi yang nga tau, kaya toast itu roti tawar yang dipanggang kering, lalu dilapis srikaya dan butter ditengahnya. We love this snack, it’s so tasty and the butter is chunky enough for you to taste.

Harga yang ditawarkan masih cukup pantas untuk kopitiam moderen (yang buka di mall). Masih imbang-imbang lah dengan kopitiam lain disekitar Sun Plaza juga (review comin soon hehe). So while the butter melt, it won’t melt your wallet :) Highly recommended buat nongkrong bareng temen-temen gaul yang suka gaya klasik Chinese Kopitiam.