Tea Garden (Closed)
Alamat: Jalan Putri Merak Jingga No.2 (simp jln. Prof. H. M. Yamin)
Telp: 061-4574289 / 4533488
Jam Buka: 07.00 – 21.30 (approx)
Harga: Rp. 10.000 – Rp. 50.000
Hari minggu lalu kru makanmana.net mengunjungi restoran Tea Garden yang baru buka belakangan ini. Dari luar, gedung 2 tingkat ini terlihat luas dan nyaman. Tempat parkir juga lumayan banyak walau lalu lalang kendaraan di jalan ini cukup padat. Interior ternyata tidak seluas kelihatannya, karena meja yang terlihat tidak terlalu banyak. Menurut pelayan, masih ada meja di lantai 2, namun kami memutuskan untuk duduk di lantai 1.
Setelah disuguhi buku menu, kami terkejut dengan banyaknya daftar makanan di buku menu ini. Bisa dibilang ini restoran dengan menu terbanyak dari sekian banyak tempat makan yang pernah kami singgahi. Kategori menu diantarnya Dim Sum, Nasi, Mie, sayur-sayuran, western food, beverages, dessert dan lain sebagainya. (Jujur saja menu yang terlalu banyak sebetulnya membingungkan calon customer memilih masakan).
Kami pun memilih menu rekomendasi chef yaitu Hainan Chicken Rice dan 1 menu dari kategori Nasi, nasi tim bambu ayam & ikan asin. Selain itu kami juga memesan 4 porsi dim sum (siomay daging kepiting, chasio pau, rol ayam jamur dan leng hong kien) dan 2 gelas jus. Dimsum disini biasa saja, dan semuanya terasa lebih asin dari seharusnya, apalagi siomay dan leng hong kien, sementara jus sawi nenas yang kami pesan terasa terlalu manis. Nasi hainam yang tertulis chef recommendations pun sepertinya tidak memperbaiki citra makanan siang itu. Nasinya terasa sedikit keras dan hambar, sementara ayam rebusnya sama sekali bukan favorit makanmana.net (kami membandingkannya dengan nasi ayam hainam Asen dan ayam rebus thailand dari restoran Cin Yen). Yang sedikit lumayan adalah nasi tim ayam & ikan asin yang bisa dikatakan lumayan-walaupun tidak terlalu spesial.
Yang menjadi nilai plus di restoran ini sepertinya daftar menunya yang sangat banyak dan harganya yang tidak terlalu mahal. Semua pesanan kami diatas terbayar dengan harga Rp. 101.000,- Selain itu servisnya cukup cepat dan memuaskan. Semoga saja pihak manajemen restoran segera memperbaiki kualitas masakan yang sudah didukung tempat dan harga yang cocok di hati.
KotaCane
Alamat: Jl. Kotacane simpang jalan Yose Rizal.
Jam Buka: 18 – 23.30
Harga: > Rp 15.000,-
Kotacane merupakan satu diantara banyaknya warisan kuliner kota Medan. Kedai yang sudah exist puluhan tahun ini tetap ramai dikunjungi tiap malamnya. Tidak seperti kedai lainnya, kedai kotacane memiliki 4 gerai istimewa, dimana masing-masing gerai menyuguhkan masakan khas mereka diantaranya Wokfen (Kwetiaw goreng siram), bihun sup kepala ikan, CheongFen, dan nasi ayam. Beberapa gerai ikut menambah variasi makanan seperti Sate padang, Taukua Heci (sayur, udang goreng, kerupuk, kepiting goreng disirami dengan saus tomat kental), Kodok goreng, dan beberapa jenis makanan kecil laennya.
Selain makanan yang istimewa, gerai ini sendiri juga menyuguhkan berbagai jus yang jarang ditemukan di kedai kopi lainnya seperti jus markisa terong belanda dan jus sawi nenas yang paling laris diantaranya. Bagi anda yang belum pernah berkunjung, jangan bingung apabila anda tidak disuguhkan menu, biasanya para pelanggan langsung ke gerai untuk memesan. Bangunan kedai ini juga terlihat tua, dan agak pengap di saat ramai pengunjung, tapi menurut kami, inilah warisan budaya kedai KotaCane.
Jumbo Seafood Restaurant
Alamat: Jl. Putri Hijau No. 8A-B-C-D Medan
Telp: (061) 4525760 – 4525653
Jam Buka: 12 – 22.30
Harga: > Rp 1.000.000,-
Restoran yang dulu sering dijadikan sebagai tempat resepsi pernikahan ini masih ramai dikunjungi hingga kini, bukan sebagai tamu undangan, tapi makan malam keluarga. Bisa-bisa 40-an meja terisi penuh, apalagi malam minggu. Bahkan, ketika kami tiba, semua meja di lantai satu sudah direservasi hingga kami harus didudukkan di lantai 2, padahal baru pukul tujuh lewat sepuluh. Para pelayan tampak sangat sibuk melayani tamu-tamu yang ramai malam itu, tapi untunglah waktu delapan menit itu sempat kami manfaatkan untuk mendiskusikan menu yang akan kami pesan.
Dengar-dengar, steam ikan jurung dan udang loncat adalah jurus andalan resto ini. Jelas saja ketika kami cicipi, daging ikan seharga empat ratus ribuan ini terasa sangat lembut dan bahkan sisiknya (yang juga bisa dimakan) sangat garing. Udangnya kecil-kecil tapi sangat fresh dan manis rasanya. Ayam goreng binjai dan daging rusa masak merica hitam juga cukup populer. Sayangnya, karena takut panas dalam, kami tidak memesan menu terakhir. Sebagai pengganti, kepiting lunak masak merica hitam yang kami order. Yang ini bolehlah… Untuk menu sayuran, kami memesan kangkung masak siput laut dan cah brokoli yang dijadikan sajian satu menu-dua rasa. Rasanya cukup menggoyang lidah. Menu lainnya juga cukup menggiurkan. Nasi goreng seafoodnya juga terkenal wangi dan sedap lho (dan kami sudah membuktikan bahwa itu benar). Apalagi dinikmati dengan cabe kecap yang ditambah dengan selai nenas (khas Jumbo). Benar-benar memabukkan.
Hanya saja, interior ruangannya yang sederhana dan AC-nya yang terlalu dingin kurang memikat. Seandainya pelayanannya bak restoran-restoran bintang lima, topcer deh. Tapi itu semua terobati dengan hidangan penutup legandaris khas Jumbo, buah nenas kepala yang manis dan tiada duanya. Kembali lagi ke restoran ini? Pasti donk, hanya saja jangan lupa siapkan budjet minimal satu juta per meja apabila ingin benar-benar menikmati menu jagoan di sini.
Teks dan foto kontribusi Yenny Heriana
Recent Comments
- Henry widjaja on Recommend
- doni on Opal Coffee Cafe & Resto
- Pizza in_ni Medan on Pizza In_nI
- winta on Lekker Urban Food Restaurant
- felicia on Trattoria Ristorante Italiano, Revamped
















