Arguably the best sate padang in Medan. Jadi kemaren malam kita sempatkan untuk mampir di sate Triadi yang lokasi di Jln. Bandar baru. Kalau biasanya orang2 pada makan sate sore2, kemaren kita nyampe hampir jam 8 malam. Lumayan lha satenya masi banyak.

Beda banget sama gerai lain, sate Triadi, selain menyediakan daging kambing dan sapi, juga menjual berbagai macam sate dari cumi, telor puyuh, kerang, usus, lemak, babat. Bumbu sate Triadi terasa lebih pedas daripada sate padang pada umumnya (atau lidah saya yang ga tahan yah? :P ).

Apakah memang kami yang merasa biasa2 saja atau it’s overhyped? First of all, lokasi ampun gerah…asap sate berterbangan masuk ke dalam ruangan, jadi yah resiko bau yah.. Selain itu harganya juga relatif mahal (1.5k daging, 2k telor/cumi) karena dagingnya lumayan kecil. Kata teman, Usus dan babat dulunya renyah, tapi kemaren pas dicobain koq tidak garing gitu. Overall we’re not impressed. What do you guys think?

Bookmark and Share

Satu lagi Soto Medan! Kalau dulunya kita sudah posting Soto Sinar Pagi, soto Haji Sulaiman ini sedikit berbeda. Bandingkan saja dari gambar, kuah soto Hj Sulaiman lebih encer dan jernih dibanding Soto lain yang lebih kental santannya. Selain itu kuahnya juga kaya rempah dan aroma dagingnya terasa banget. Tidak seperti soto lain yang kental santannya, kuah soto Hj Sulaiman selalu habis saya santap.

Ada 4 lauk yang dapat dipilih, yaitu ayam, sapi, udang, dan hati sapi. Eits! Jangan merasa jijik, karena hati sapi digoreng sampai renyah dan wangi, padahal saya bukan penggemar jeroan. Biasanya saya selalu mencampur 3 macam daging (udang, ayam, dan hati). Untuk ukuran sarapan sih sebenarnya above average, 13k. Kendati demikian rumah makan ini tetap ramai dikunjungi di pagi dan siang hari. Rumah makan Soto Hj Sulaiman terletak di Jln. Brig Jend Katamso (Dekat harian “Sinar Indonesia Baru” atau lebih dekatnya lagi dengan toko perabot “Casa Milan”)

Bookmark and Share

Mie udang Akau atau “SikauMie” (begitu diucap ayah saya) merupakan salah satu gerai yang telah berjualan lama di kopitiam classic yang terletak di simpang jalan Surabaya dan jalan Bogor.

Dulunya memang yang berjualan namanya Akau, makanya gerai tersebut dinamakan sedemikian, tetapi yang berjualan sudah meninggal. Walaupun demikian, warisan yang diturunkan tidak berbeda dalam hal penyajian lauk, hanya saja rasanya sedikit kalah dari originalnya.

Seperti layaknya mie hokkien pada umumnya, hanya saja lauk disini tidak terlalu banyak, namun yang saya suka disini justru kesederhanannya.

Bookmark and Share
Tags: , , , ,

“Si Raja Bebek”, itulah sebutan khas kami saat hendak menikmati makan siang di Cambridge City Square lantai 2 (061 – 457 7224), di hari pertama grand opening-nya. Beruntung kami datang lebih awal sehingga belum ada antrian pengunjung. Hal pertama yang menarik perhatian adalah luasnya restoran ini. Cukup luas untuk ukuran restoran di dalam mall di Medan. Kami pun memilih duduk di sofa dekat jendela. Pelayanan berusaha ramah, namun karena mungkin masih baru, pelayan terlihat kaku dan kalau bisa dibilang gugup melayani tamu. Anyway, menu-nya dibagi dan yak! Bingung. Menu-nya betul-betul banyak, lengkap dengan foto-foto yang menarik membuat kami mau memesan semuanya. But the price stopped us.

Harga yang tertera cukup tinggi menjadikan kami sedikit berhati-hati dalam memilih menu siang itu. Pilihan pun jatuh pada 1/2 ekor Bebek Peking Tumis Kungpao 158K (setiap pemesanan bebek otomatis akan dihidangkan kulit bebek yang dibalut dengan kulit pangsit dan sayur-sayuran serta dinikmati dengan saos khusus), 1 porsi Tomiaw Saus Tiram 58K, 1 porsi Tahu Jamur Shimeji 48K, 1 porsi Cumi Goreng Udang Vietnam 48K, 1 porsi Sapi Tumis lada hitam 98K dan 5 Nasi Hainam @6,5K.

Cukup lama kami menunggu sebelum masakan terhidang, artinya pelayanan masih pelan dan itu dengan keadaan restoran belum sepenuhnya terisi (bayangkan bisa restorannya penuh). Oh memang bebeknya lezat dan gurih, benar-benar terasa spices ala Kungpao-nya. Tapi sepertinya itu bukan 1/2 ekor bebek. Kalau iya, pastilah bebek yang sangat kecil karena porsinya kecil juga.

Selain itu porsi makanan lain juga kecil-kecil semua walau rasanya emang mantap namun sedikit terlalu asin. Untuk makan ber-5 menurut kami pesanan masih kurang dan perut masih sanggup di isi. Namun lagi-lagi the price stop us.

Well, kesimpulan yang bisa di ambil: Ini adalah restoran yang menyajikan Rasa Bebek (pasti harganya tinggi karena raja), dengan interior dan pelayanan yang baik, rasa bintang 5 dan porsi bangsawan.

Bookmark and Share

Boleh dibilang Garuda termasuk dalam salah satu resto padang yang ngetop di Medan. Dari beberapa cabang, kami memutuskan untuk makan siang di salah satu resto yang terletak di jln. Gajah Mada.

Berbeda dengan cabang lainnya, resto disini lumayan luas, ada gazebo di belakang restoran sehingga cocok untuk family lunch atau dengan relasi bisnis. Tempatnya juga bersih dan asri, dan juga ada gaya lesehan.

Sajian ala Padang pun dihidangkan. Semua menu yang ada dihidangkan oleh salah satu karyawan, sedangkan karyawan yang satunya lagi menunggu orderan minuman kami. Setelah orderan di terima, kami pun membasuh tangan dan mulai menyantap.

Favorit saya ialah ayam goreng dan ayam goreng pop yang warnanya agak pucat. Jangan salah, walau warnanya agak pucat, bumbunya meresap dan maknyos rasanya mantap di lidah! Selain itu kami juga mencoba hidangan pelengkap lain seperti daun ubi tumbuk, lalapan, dll. Kami tidak mencoba ikan bakar (di foto doank hehe..) karena memang hidangannya sudah lumayan banyak dan kami rasa ikan bakar bukan menu special di restoran ini.

Soal harga memang sedikit above average, tapi kami puas dari segi rasa dan servis yang ditawarkan.

Bookmark and Share

Another mie again, tapi tunggu… mie udang ini sedikit berbeda karena kuahnya kental. Biasa orang Medan menyebutnya Mie rebus, tetapi di kedai ini hanya ditulis Mie Udang Ahiok (10rb), lokasinya terletak di daerah Titi Kuning, Jalan Brig Jend Katamso sebelum pabrik kertas Kimsari.

So where’s the prawns? Anda mungkin heran karena tidak ada seekorpun udang yg terlihat di gambar. Sebenarnya ampas udang (kulit dan kepala) dimasak bersamaan dengan kuah, sehingga aromanya didominasi harum udang. Mie kuning dan kentang hanya direbus ala kadarnya lalu disirami kuah kental, kemudian diatasnya ditaburi aneka lauk seperti tahu, kerupuk, emping, dan yang paling special ialah hebi goreng. Ini nih yang maknyos banget, wangi dan rasa asinnya menambah selera!

Jangan lupa juga untuk mencicipi jus kedondong (8rb). Buah kedondongnya di jus kemudian di campur dengan semboy dan sedikit gula. Rasanya pas, tidak terlalu asam dan manis.

And btw, selain mie rebus, kedai ini juga menjual pecal dan gado-gado. Saya tak sempat mencicipi kedua menu ini, why don’t you try and let us know? :)

Bookmark and Share
Tags: , ,

Passion, inilah yang dirasakan ketika kami masuk ke coffee shop dan disambut ramah oleh Vera, owner Macehat coffee yang bertempat di Jalan Karo.

Sore itu memang terlihat agak ramai, tetapi Vera meluangkan sedikit waktunya untuk bercerita sedikit tentang usahanya dan sebelum sempat memesan kopi, kami diajak untuk melihat proses penggongsengan (Roasting beans) di belakang kedai karena kebetulan ada pelanggan yang memesan biji kopi.

Proses penggongsengan kelihatannya tidak terlalu rumit, namun dibutuhkan keahlian dalam mengatur waktu dan suhu, karena aroma yang keluar akan berpengaruh. Biji kopi yang masih berwarna kehijauan dimasukkan ke dalam corong, kemudian pada bagian dalam mesin tersebut akan berputar dan dibiarkan selama kurang lebih 15 menit. Setelah selesai, katup dibuka dan biji kopi akan keluar ke dalam wadah yang kemudian divakum agar suhunya stabil. Disinilah tercium aroma kopi yang harum.

Warna kecoklatan menandakan kopi telah selesai digongseng yang kemudian disebarkan di wadah rotan, lalu biji kopi tersebut diseleksi.
Kemudian kami diajak masuk ke dalam kedai untuk melanjutkan obrolan dan ditawarin latte dan cappucino, can you tell?

Selain kopi, Macehat juga menyediakan bebek panggang (150rb). Proses pemanggangan memakan waktu kurang lebih sejam, jadi disarankan untuk memesan dulu sebelum datang (77492271), kecuali anda sabar menunggu. Sambil ngobrol dan menikmati kopi, bebek yang kami pesan akhirnya datang juga.

Presentasinya baik, semoga rasanya juga… dan ternyata benar. Kulitnya garing dan hanya ada sedikit bagian lemak di bawah kulit. Selain itu, saus cabenya juga mantap dan pas buat menambah rasa.

Selesai makan, Vera menunjukkan kopi luwak (Civet coffee) yang berasal dari musang luwak. Biji kopi cherries dimakan musang lalu melalui proses pencernaan, biji kopi akan dikeluarkan bersamaan dengan kotoran musang. Kononnya sih mahal karena prosesnya rumit.

Karena pengen tahu, saya memesan satu cangkir, tapi dicampur susu, karena aroma dan rasa kopi luwak lebih kental dan strong dibanding kopi biasa.

Rasanya… Mantap!

Bookmark and Share